Berita Terkini :
Home » » Habibie: Parepare Pusat Keunggulan Teknologi

Habibie: Parepare Pusat Keunggulan Teknologi

Written By Tim Buldink on Kamis, 27 Maret 2014 | 00.33

 

JAKARTA - Perburuan Taufan Pawe, Wali Kota Parepare, untuk  mendapatkan restu BJ Habibie  terkait rencana pendirian Institut Teknologi Habibie di Parepare, berbuah setimpal. Habibie tak hanya memberi restu, tetapi juga minta Taufan Pawe agar segera mewujudkan kota kelahirannya itu, menjadi pusat keunggulan teknologi di Indonesia. Seperti apa hasil pertemuan lengkap Taufan Pawe dengan BJ Habibie, berikut Laporan Arwah Rahman, Humas Pemkot Parepare dari Jakarta.

SesuaI  janji yang dibuat dengan Andi Makmur Makka, pengurus The Habibie Centre, sekaligus orang kepercayaan BJ Habibie, tepat pukul 17.00 Wita, Selasa, 25 Maret,  Wali Kota Parepare dan tim penyusun proposal pendirian Institut Teknologi Habibie, tiba di kediaman BJ Habibie, di Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 55 menit itu, Bj Habibie menyatakan merespon rencana Wali Kota Parepare untuk mendirikan Institut Teknologi Habibie di Kota Parepare. Ia juga menjanjikan dukungan asistensi dari  Habibie Centre untuk mempercepat realiasi pendirian perguruan tinggi ini.

Habibie menyatakan, dari dulu dirinya telah berobsesi Parepare harus menjadi pusat kemajuan dan peradaban. Menurutnya, kota kecil berpenduduk 130 ribu jiwa ini sangat prospek menjadi pusat keunggulan pendidikan di Indonesia.

“Saya alami di Aacher (Jerman), kota kecil tapi pendidikannya luar biasa. Di Aacher tempat saya s1, s2 dan s3, jumlah penduduknya hanya 120 ribu jiwa namun mahasiswanya 60 ribu.  Kota industri yang terkuat di dunia,  80 persen pimpinan industri di dunia datang dari Aacher,” terang Habibie.

Belajar dari pengalaman ini, ia minta Pemerintah Kota Parepare konsen pada jurusan computer  science (keilmuan komputer) sebagaimana memang menjadi keinginan Wali Kota Parepare agar perguruan tinggi yang didirikan kelak, focus pada information technology (teknologi informasi) sebagai bidang keilmuan  masa depan.

Ia menyataan kurang setuju  dengan rencana pengembangan keilmuan Teknik Perkapalan dan Teknik Industi  pada Institut teknologi Habibie.  Alasannya, jurusan-jurusan tersebut telah ada di Indonesia, termasuk di Universitas Hasanuddin.

“Jadi, kalau saya melihat keadaan di Indonesia dan di dunia pada umumnya, paling baik kita konsentrasi pada satu jurusan, yaitu computer science,” kata Habibie.

Pemerintah Kota Parepare, kata dia, harus mempertimbangkan pasar keilmuan masa depan, dimana sebagian besar profesi dan pekerjaan umat manusia akan bersentuhan dengan teknologi informasi yang komputerais.

Ia mencontohkan industri teknologi infomasi  film animasi yang saat ini berkembang pesat  di  Singapura yang memanfaatkan anak-anak Indonwesia yang berdomisili di Pulau Batam. “Jadi ada pasarnya. Di Jakarta salah satu sekolahnya,”  terang dia.

Menurut Habibie,  jika institut teknologi Habibie telah berkembang, sudah memiliki nama (reputasi) dan mampu memproduksi animasi dan produk-produk canggih lainnya, seperti softwere (aplikasi/program), tidak hanya akan laku di dunia teknologi informasi sendiri, tetapi juga akan menyuplai kebutuhan pasar  industry lain.

“Jadi., very intensive technology (teknologi intensif,red). Kita harus liat apa ada pasarnya. Saya percaya baik (jurusan  yang diusulkan oleh tim), tapi cek lagi. Saya tidak kenal orang yang computer science di PHK (Putus Hubungan Kerja,red),” katanya.

Karena pertimbangan pasar ini, Jepang dan negara-negara maju, kata dia, saat ini mulai konsentrasi pada pengembangan teknologi informasi.  “Jadi, buat perguruan tinggi dimana mahasiswanya tidak hanya mendapatkan titel  tetapi keterampilan. Apa gunanya titelnya dua tapi supir taksi,”  kata Habibie lagi.

Ia meminta  Pemerintah Kota Parepare segera mengadakan studi kelayakan khusus  pengembangan IT  (Information Tecnology) pada perguruan tinggi  yang akan didirikan nanti. Soal anggaran, ia berharap, Pemda mengkomunikasikanya  dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.

“Bilang sudah ketemu dengan Pak Habibie.  Bilang ia (Habibie) sarankan bagaimana kita nomor satu dalam IT dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” saran Habibie.

Ia juga menyarankan agar nantinya institut ini bsa bekerjasama dengan perguruan tinggi  yang relevan. “Yang nomor satu di Indonesia.  Dan ketika sudah jalan cari kerjasama dengan Jepang, Eropa  dan Amerika,” tandas Habibie.

Soal infrastruktur, untuk langkah awal, kata dia, Pemda Parepare tidak butuh ruangan ruangan yang terlalu besar. Yang penting nyaman ada AC, dan ada fasilitas computer canggih serta dosen-dosen hebat.

“Sasarannya  yang bisa menghasilkan keluaran yang memiliki kapasitas di bidang komputer science dan kalau bisa sampai S3 (doktor),” harap Habibie.

Ia juga menyarankan agar pemda memanfaatkan kemajuan teknologi informasi saat ini dalam proses belajar mengajar.  “Sekarang ada skype. Orang bisa belajar jarak jauh. Saya rasa itu dulu, kita konsentrasi pada  computer science ,  softwere, sistem atau  manajemen ionformasi. Satu aja,” katanya.

Menjawab keinginan Habibie ini, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, menjelaskan,  pemerintah kota Parepare segera merespon dengan mereview ulang usulan program studi yang direncanakan menjadi unggulan Institut Teknologi Habibie.

Termasuk kata dia, dilakukannya studi kelayakan terhadap program studi dimaksud.   Rencananya, pekan depan Pemerintah Kota Parepare segera mengirimkan orangnya untuk menyusun studi kelayakan bersama orang-orang The Habibie Centre di Jakarta, sebagaimana diminta oleh Andi Makmur Makka  pada pertemuan  ini.

Prof Dr HM. Siri Dangnga MS, Ketua Tim Penyusun Proposal, menyatakan,  sesuai saran BJ Habibie, ada tiga program studi yang diusulkan menjadi  focus keilmuan Institut Teknologi Habibie, yakni Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Manajemen Informasi.

Teknik Informatika yang focus pada pengembangan aplikasi dan program (softwere), Sistem Informasi focus pada pengembangan jaringan informasi dan komunikasi (hardwere), dan Manajemen Informasi yang akan berkonsentrasi pada pengembangan SDM di bidang informasi (brainwere)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Amy Bhogel | inspektoratpare.blogspot.com
Copyright © 2014. Inspektorat Kota Parepare - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Amy Bhogel
Proudly powered by Salam Blogger